Senin, 27 Januari 2014

cara membuat surat resmi dan tidak resmi



1) Kepala atau kop surat
Kepala surat umumnya mencantumkan identitas lembaga organisasi yang terdiri atas:
a. Logo atau lambang lembaga atau perusahaan, organisasi
b. Nama lembaga
c. Alamat lembaga
d. Nomor telepon, teleks, faximile.
Khusus untuk surat perusahaan dapat ditambahkan macam usaha, bidang kegiatan, nomor izin usaha.
Fungsi kepala surat:
a. Mengetahui nama dan alamat kantor lembaga
b. Menginformasikan bidang usaha, jenis kegiatan
c. Alat promosi.
2) Nomor surat
Surat resmi yang mewakili suatu organisasi, lembaga atau perusahaan pada umumnya menggunakan nomor dan kode tertentu.
Penomoran surat itu berguna untuk:
a. Memudahkan pengaturan, baik untuk penyimpanan maupun penemuannya kembali apabila diperlukan
b. Mengetahui jumlah surat yang diterima dan yang dikeluarkan oleh organisasi, lembaga atau perusahaan
c. Memudahkan pengklasifikasian surat berdasarkan isinya
d. Penunjukkan secara akurat sumber dalam hubungan surat menyurat.
Secara umum rangkaian nomor surat terdiri atas nomor urut, kode, bulan dan tahun pembuatan surat. Nomor urut menggunakan angka Arab, kode bervariasi, bulan dengan angka Romawi dan tahun ditulis utuh dan dapat ditulis dua angka belakangnya saja. Penempatan nomor surat disesuaikan degan bentuk dan sistem penulisannya, yaitu:
a) Diletakkan disebelah kiri atas kertas untuk surat berperihal
b) Diletakkan dibawah judul untuk surat berjudul
3) Tanggal penulisan surat
Cara penulisan tanggal untuk surat pribadi atau yang berasal dari perorangan, tanggal sebaiknya didahului dengan penulisan alamat atau nama kota pengirim surat. Sedangkan untuk kertas berkepala tidak perlu mencantumkan alamat atau nama kota, karena hal itu sudah tercantum dalam kepala surat. Penulisan tanggal selalu diikuti dengan nama bulan dan tahun.
4) Lampiran yang disertakan
Pengiriman surat yang disertai lampiran dokumen disebut dalam isi surat. Penulisannya dibawah nomor surat disebutkan jumlah lembar, eksemplar atau cukup satu berkas. Penulisan jumlah ditulis dengan huruf kalau jumlah kurang dari sepuluh

5) Hal atau perihal
Hal atau perihal berfungsi untuk memberi petunjuk kepada pembaca tentang pokok dalam surat. Hal atau perihal sama dengan judul pada surat berjudul. Beberapa hal teknik penulisan yang harus diperhatikan :
a. Hal atau perihal tidak ditulis dengan huruf kapital keseluruhannya, kecuali untuk judul surat berjudul
b. Hal ditulis dengan huruf kapital pada huruf pertama kata utamanya. Kata tugas ditulis dengan huruf kecil
c. Pada akhir perihal tidak menggunakan tanda titik karena perihal bukan kalimat

6) Alamat tujuan
Alamat tujuan terdapat dalam dua tempat. Pertama, ditulis disampul surat. Kedua, alamat yang ditulis pada lembar kertas surat. Alamat yang ditulis pada sampul biasanya harus lengkap. Sedangkan pada lembar kertas surat dapat tidak selengkap alamat yang tertulis pada sampul.
Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam penulisan alamat tujuan adalah:
a. Kata kepada tidak wajib dipakai, karena mengandung unsur kemubaziran
b. Ungkapan ”Yang terhormat” atau singkatannya ”Yth.” dipakai untuk :
1) Menghormati orang atau pihak yang dikirim surat.
Misalnya atasan, teman, kolega atau relasi kerja.
2) Menghormati pihak yang dituju dalam kedudukannya sebagai pejabat suatu lembaga, organisasi atau perusahaan.
Ungkapan ”Yang terhormat” atau ”Yth.” tidak perlu dipakai apabila alamat yang dituju tidak menyebutkan nama atau jabatan seseorang.

c. Sebutan ”Bapak”, ”Ibu”, atau ”Sdr.” hanya dipergunakan apabila diikuti nama orang. Kata-kata sebutan tersebut tidak perlu digunakan apabila pihak yang dituju adalah lembaga atau jabatan tertentu.
Contoh 1)
Yth. Direktur Astri Budi Luhur
Jalan Cileduk Raya, Petukangan Utara
Jakarta Selatan

Contoh 2)
Yth. Ibu H. Siti Aisyiah, S.H.
Wakil Ketua Pimpinan Pusat Aisyiah
Jalan Menteng Raya No. 62
Jakarta Pusat

Contoh 3)
PT Global Sarana Komputindo
Jalan Pemuda No. 55
Medan 15320
Sumatera Utara

d. Pada akhir setiap baris, termasuk baris terakhir tidak diperlukan tanda titik, kecuali apabila digunakan singkatan.
e. Tanda-tanda baca, seperti garis bawah, huruf kapital yang mencolok, yang tidak bermanfaat sebaiknya tidak digunakan.
f. Kode pos sangat dianjurkan untuk ditulis karena akan membantu petugas pos dalam mengirimkan surat tersebut (terutama bila dikirimkan melalui Perum Pos dan Giro).

7) Salam Pembuka
Salam pembuka berguna untuk menbuka pembicaraan dalam surat secara adab. Akan tetapi, surat yang tidak menggunakan salam pembuka pun tidaklah salah. Biasanya salam pembuka digunakan untuk surat-surat yang berisi berita.

8) Isi Surat
Sebagaimana karangan yang lain, surat yang baik terdiri atas tiga bagian penting, yaitu bagian pembuka, bagian inti, dan bagian penutup
a. Bagian Pembuka
Bagian pembuka berguna sebagai pengantar bagi pembaca untuk segera mengetahui berita pokok yang akan disampaikan melalui surat tersebut. Dalam bagian pembuka sudah harus disebutkan inti masalah yang akan disampaikan kepada pihak yang dimaksud.
b. Bagian Inti
Bagian inti surat adalah bagian yang berisi maksud utama pengiriman surat. Kecuali surat pengantar, maksud utama pengiriman surat yang sudah disinggung pada bagian pembuka ditegaskan kembali atau dijelaskan lebih lanjut pada bagian inti.
c. Bagian Penutup
Bagian penutup merupakan penegasan, simpulan, harapan, atau ucapan terima kasih. Dengan demikian, bagian penutup menandai bahwa uraian pokok yang ingin disampaikan melalui surat sudah selesai. Bagian penutup hendaknya singkat, tegas, dan tidak perlu berbasa-basi secara berlebihan.

9) Salam Penutup
Salam penutup digunakan untuk menambah kesantunan dalam berkomunikasi. Walaupun salam penutup ini sangat baik digunakan, tetapi tidaklah berarti semua surat wajib menggunakan salam penutup. Salam penutup hanya digunakan dalam surat-surat berita.

10) Tanda Tangan dan Nama Penanggung Jawab
Dalam korespondensi Indonesia, penanda tangan surat adalah orang yang namanya tercantum dalam surat itu. Pencantuman nama seseorang dan hak untuk menandatanganinya tentu didasarkan atas kewenangannya dan jabatannya. Apabila penanda tangan surat itu diwakilkan kepada orang lain, maka harus disebutkan sebagai atas nama dan nama penanda tangan ditulis jelas di bawahnya. Tidak boleh nama yang tercantum lain dengan penandatangannya.

11) Tembusan
Tembusan digunakan bila ada pihak lain yang dianggap perlu mengetahui isi surat tersebut.

MEMBUAT ALAMAT SURAT SESUAI DENGAN EYD
1. Buatlah alamat surat yang sesuai dengan aturan penulisan
a. alamat ditujukan ke Kepala Sekolah SMA 54 Jakarta di Jalan Rasuna Said Timur Raya No. 34 Jakarta
b. alamat ditujukan kepa da Direktur CV. Angin Ribut di Jalan Ibrahim Adjie No. 55 Indihiang Kota Tsikmalaya
c. ditujukan kepada Hj. Siti Fatimah, sebagai Wakil Komnas HAM, Jalan Abdullah Saleh No. 44 Kota TAsikmalaya
d. alamat surat ditujukan ke PO BOX 1000 JKP Jakarta
e. surat ditujukan kepada Toni (siswa ) di Silluman Kec Cibeureum Kota Tasikmalaya
f. ditujukan ke Kepala Desa Cikalang Tengah di tempat
g. ditujukan kepada Jimi Simarurung (Kabag.Op Polresta Cimahi) di Perum.Batara Guru no. 55 Cimahi
h. Wandi Kuswandi, S.Ag di Cikalang Girang Blok 5 Kec Tawang Kota Tasikmalaya
i. Ketua OSIS SMA Negeri 3 Kota Tasikmalaya di Tempat
j. Hayadi Andriatna (guru) di Tamansari Kawalu Kota Tasikmalaya
k. PT Ogah Maju di Jalan Keramat Jaya Blok Batu Nisan no.01 Desa Siluman Kota Lama
l. Toko Pengkolan Jalan Kali Angker no. 4 Purbalingga
m. Menteri Agama RI melalui PO BOX 1234 Jakarta
n. Pimpinan Perusahaan CV Doyan Gempa PO BOX 456 Kota Tasikmalaya
o. Sabrina Bilbina di Tempat



Jawaban
1. alamat ditujukan ke Kepala Sekolah SMA 54 Jakarta di Jalan Rasuna Said Timur Raya No. 34 Jakarta
Yth. Kepala SMA 54 Jakarta
Jalan Rasuna Said Timur Raya No. 34
Jakarta

2. alamat ditujukan kepada Direktur CV. Angin Ribut di Jalan Ibrahim Adjie No. 55 Indihiang Kota Tasikmalaya
Yth. Direktur CV. Angin Ribut
Jalan Ibrahim Adjie No. 55 Indihiang
Kota Tasikmalaya

3. ditujukan kepada Hj. Siti Fatimah, sebagai Wakil Komnas HAM, Jalan Abdullah Saleh No. 44 Kota TAsikmalaya
Yth. Ibu Hj. Siti Fatimah
Wakil KOMNAS HAM
Jalan Abdullah Saleh No. 44
Kota TAsikmalaya
4. Alamat surat ditujukan ke PO BOX 1000 JKP Jakarta
Yth. Pemilik
P.O. BOX 1000 JKP
Jakarta
5. surat ditujukan kepada Toni (siswa ) di Silluman Kec Cibeureum Kota Tasikmalaya
Yth. Sdr./Saudara Toni
di Silluman Kec Cibeureum
Kota Tasikmalaya

6. ditujukan ke Kepala Desa Cikalang Tengah di tempat
Yth. Kepala Desa Cikalang Tengah
Di Tempat



7. ditujukan kepada Jimi Simarurung (Kabag.Op Polresta Cimahi) di Perum.Batara Guru no. 55 Cimahi
Yth. Bapak Jimi Simarurung
Kabag.Op Polresta Cimahi
di Perum.Batara Guru no. 55 Kota Cimahi

8. Wandi Kuswandi, S.Ag di Cikalang Girang Blok 5 Kec Tawang Kota Tasikmalaya
Yth. Bapak Wandi Kuswandi, S.Ag.
di Cikalang Girang Blok 5 Kec Tawang
Kota Tasikmalaya

9. Ketua OSIS SMA Negeri 3 Kota Tasikmalaya di Tempat
Yth. Ketua OSIS SMA Negeri 3 Kota Tasikmalaya
di Tempat
10. Hayadi Andriatna (guru) di Tamansari Kawalu Kota Tasikmalaya
Yth. Bapak Hayadi Andriatna
di Tamansari Kawalu Kota Tasikmalaya
11. PT Ogah Maju di Jalan Keramat Jaya Blok Batu Nisan no.01 Desa Siluman Kota Lama
PT Ogah Maju
Jalan Keramat Jaya Blok Batu Nisan no.01 Desa Siluman
Kota Lama
12. Toko Pengkolan Jalan Kali Angker no. 4 Purbalingga
Toko Pengkolan
Jalan Kali Angker no. 4
Purbalingga
13. Menteri Agama RI melalui PO BOX 1234 Jakarta
Yth. Menteri Agama RI
PO BOX 1234
Jakarta
14. Pimpinan Perusahaan CV Doyan Gempa PO BOX 456 Kota Tasikmalaya
Yth.Pimpinan Perusahaan CV Doyan Gempa
PO BOX 456
Kota Tasikmalaya

15. Yth. Sabrina Bilbina di Tempat
Yth. Sabrina Bilbina
di Tempat
Menulis surat termasuk salah satu keterampilan berbahasa. Berdasarkan isinya, surat dibedakan atas surat pribadi, surat dinas, dan surat niaga. Surat pribadi berisi masalah pribadi penulis, baik yang ditujukan kepada perorangan maupun kepada instansi tertentu. Surat dinas atau sering pula disebut surat resmi berisi masalah kedinasan, baik yang dibuat oleh perusahaan, organisasi pemerintah, maupun perorangan. Sedangkan surat niaga berisi masalah bisnis atau perniagaan. Jenis-jenis surat ini perlu kalian pelajari untuk menambah pengetahuan. Dalam penulisan surat resmi perlu diperhatikan penggunaan tanda baca dan huruf kapital.
Apabila kamu cermati, surat resmi memiliki bagian-bagian surat sebagai berikut:
http://tugino230171.files.wordpress.com/2011/05/surat-resmi1.png?w=593
  1. Kepala Surat ( kop surat )
  2. Tanggal Penulisan Surat
  3. Nomor Surat
  4. Lampiran
  5. Pokok Surat atau Hal
  6. Alamat Surat
  7. Salam Pembuka
  8. Isi Surat
  9. Salam Penutup
  10. Tanda Tangan, nama terang, penanggung jawab, dan jabatan atau sebutan.
Bagian-bagian surat tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut.





http://tugino230171.files.wordpress.com/2011/05/surat-resmi2.png?w=593
  1. Bagian kepala surat yang berisi: nama departement/lembaga/organisasi/ beserta alamat lengkap termasuk nomor kotak pos, nomor telepon, dan lambang departemen atau instansi di sebelah kiri.
  2. Bagian pembukaan yang meliputi tanggal surat, nomor surat, hal lampiran, alamat surat dan salam pembuka.
  3. Bagian isi surat atau tubuh surat yang berisi paragraf pembuka, isi, dan penutup.
  4. Bagian penutup yang berisi salam penutup, tanda tangan, nama terang, jabatan, dan tembusan (bila ada).
Kalau kalian cermati bagian-bagian surat resmi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri surat resmi adalah :
  1. Menggunakan kop surat apabila dikeluarkan organisasi
  2. Ada nomor surat, lampiran, dan perihal
  3. Menggunakan salam pembuka dan penutup yang lazim
  4. Penggunaan ragam bahasa resmi
  5. Menyertakan cap atau stempel dari lembaga resmi (contoh di atas belum ada stempel lembaga)
  6. Ada aturan format baku
Perhatikan  penggunaan tanda baca garis miring berikut. Pada nomor surat di atas tertulis No. : 15/KKG/XI/2010. Tanda garis miring itu digunakan dalam nomor surat. Tanda garis miring dalam nomor surat digunakan untuk memisahkan bagian-bagiannya. Misalnya, dari nomor surat di atas dapat dijelaskan sebagai berikut.
  • 15 : nomor surat keluar dari instansi yang mengeluarkan surat
  • KKG : singkatan dari Kelompok Kegiatan Guru
  • XI : menunjukkan bulan dibuatnya surat itu, yaitu bulan Novembar
  • 2010 : menunjukkan tahun dibuatnya surat.
Tanda garis miring juga digunakan untuk dipakai sebagai pengganti kata tiap, per atau sebagai tanda bagi dalam pecahan dan rumus matematika.
Contoh:
  • harganya Rp125,00/lembar (harganya Rp125,00 tiap lembar)
  • kecepatannya 20 m/s (kecepatannya 20 meter per detik)
  • 7/8

GASTROINTESTINAL




MICHEL A LEUWOL
DEPARTEMEN RADIOLOGI

1)      ESOFAGUS
ANATOMI & FISIOLOGI
•         Merupakan organ silindris berongga, P : 25 cm, garis tengah 2 cm.
•         Mulai dari hipofaring s/d kardia lambung.
•         Letak :
a)      Diposterior jantung & trakea.
b)      Anterior vertebra
c)      Melalui lubang pada diafragma ( anterior aorta ) Hiatus esophageal.
2 spinchter esofagus
SUPERIOR
q  Tdd : serabut otot rangka.
q  Normal : keadaan tonik / kontraksi. Kecuali : menelan.
INFERIOR
q  Bersifat semu ( tidak nyata secara anatomis).
q  Fs: sawar terhadap refluks isi lambung ke esofagus.
q  Normal : menutup, kecuali : makanan masuk lambung & muntah
•         Dinding esofagus tdd 4 lapisan, yaitu :
  1. Mukosa :
  • epitel berlapis gepeng bertingkat s/d faring ujung atas epitel selapis toraks ( esofao-gastric junction).
  • Sifat : alkali, tidak tahan terhadap asam lambung.
  1. Submukosa :
v  Sel-sel sekretoris ( hasilkan : mukus)           
        Permudah jalan makanan & lindungi mukosa
  1.  Lapisan otot                luar : longitudinal.

                                                Dalam : sirkular.
Ø  Otot bagian atas ( 5%) : otot rangka, otot pada separuh bawah : otot polos, bagian diantaranya terdapat campuran otot polos & otot rangka.
  1. Bagian luar : tidak memiliki lapisan serosa / peritoneum, terdiri dari jaringan ikat jarang yang hubungin esofagus dengan struktur yang berdekatan.
      PERSARAFAN ESOFAGUS
•         Utama : serabut-serabut simpatis & parasimpatis dari SSO.
•         Parasimpatis : nervus vagus ( saraf motorik), simpatis : kurang diketahui.
•         Intrinsik : serbut saraf intramural diantara otot sirkular & longitudinal ( pleksus Auerbach)                  fs : atur peristaltik esofagus normal
Distribusi Darah
Terdiri dari :
q  Bagian atas : arteri Tiroidea inferior & subklavia.
q  Bagian tengah : cabang segmental aorta & arteria bronkiales.
q  Bagian subdiafragmatika : Arteria gastrika sinistra & frenika inferior
Bagian vena:
q  Daerah leher : alirkan vena azigos & hemiazigos
q  Dibawah diafragma : vena gastrica sinistra
q  Hub antara vena porta & sistemik : pintas hati( hipertensi portal)Varises esofagus
PROSES MENELAN
FASE ORAL
•         Makanan dikunyah mulut ( bolus) didorong ke belakang ke dinding post faring ( oleh lidah).
•         Rangsangan untuk gerakan refleks menelan
FASE FARINGEAL
•         Palatum mole & uvula bergerak refleks menutup rongga hidung.
•         Laring terangkat, tutup glotis, cegah makanan masuk trakea.
•         Konstriktor faringeus kontraksi + retroversi epiglotis untuk lindungi saluran pernafasan.
•         Pernapasan serentak dihambat ( cegah aspirasi)
Fase esofageal
•         Otot krikofaringeus relaksasi, bolus masuk esofagus.Gelombang peristaltik primer ( sepanjang esofagus,dorong bolus s/d spn eso distal)
•         Setinggi arkus aorta         gel peristaltik sekunder.
•         Posisi tegak & gaya gravitasi mempermudah transport.
•         Istirahat,tekanan esofagus dibawah atmosfer ( tekanan intratorakal ).
•         Daerah sfingter esofagus atas & bawah merupakan daerah tekanan tinggi
•         Untuk cegah aspirasi & refluks isi lambung.
Gejala Gangguan Esofagus
•         Disfagia          Obstruktif :striktur,tumor
                                          ekstrinsik/intrinsik
                                    Motorik :ggn peristaltik(-), 
                                     disfungsi sfingter  
                                     atas atau bawah.
•         Pirosis : refluks asam lambung & sekret empedu ke esofagus bawah ( iritasi mukosa)
•         Odinofagia : nyeri menelan + disfagia, etio : spasme esofagus akibat peregangan akut atau sekunder karena peradangan mukosa esofagus.
•         Waterbrash : regurgitasi isi lambung ke dalam rongga lambung, pada bayi akibat sfingter esofagus bawah yang tidak sempurna.
Gangguan pergerakan Esofagus
Akalasia
•         Kardiospasme, gangguan hipomotilitas.
•         Tanda : aperistalsis korpus esofagus, gagal sfingter esofagus bawah untuk relaksasi sempurna.
•         Degenerasi pleksus Auerbach pengaturan neurologis (-) peristaltik primer tidak capai sfingter esofagus bawah untuk rangsang relaksasi.
Spasme Esofagus Difus           
•         Kontraksi esofagus tidak terkoordinasi, non-propulsif yang timbul menelan.
•         Respon nonperistaltik sering ditemukan pada pemeriksaan radiogram.
•         Etio : mewakili degenerasi neuron lokal
Skleroderma
•         Disfungsi motorik esofagus.
•         Aperistalsis atau peristaltik lemah pada setengah  s/d duapertiga distal, sehingga sfingter esofagus distal.
•         Inkompentensi : esofagitis refluks + pembentukan striktur esofagus bagian bawah
ESOFAGITIS
•         Peradangan mukosa esofagus akut atau kronik.
•         Etio : menelan cairan panas + refluks asam lambung.
•         Efek jangka panjang : fibrosis & striktur esofagus.
Hernia Hiatus
•         Herniasi bagian lambung ke dalam dada melalui hiatus esofagus hernia.
•         Hernia sliding, Hernia hiatus menggelinding atau hernia paraesofageal
TUMOR
•         Tumor jinak jarang, sering adalah leiomioma.
•         Kanker esofagus tidak jarang.
•         Fc predisposisi : merokok,banyak minum alkohol, obstruksi esofagus
•         Karsinoma sel gepeng merupakan jenis karsinoma esofagus paling sering                  ( duapertiga bawah )












LAMBUNG

ANATOMI
•         Terletak oblik dari kiri ke kanan, menyilang di abdomen atas tepat dibawah diafragma kiri.
•         Bentuk : kosong : tabung “J”, penuh : “giant avocado”.
•         Terdiri dari : Fundus, korpus,antrum pilorikum & pilorus.
•         2 cekungan :    kanan atas : kurvatura minor
                                    kiri bawah  : kurvatura major
•         Mempunyai 2 sfingter             sf.kardia .                                                                    
                                                            sf. Pilorikum.
•         Sf.pilorikum, punya arti klinis yang penting, karena dapat mengalami sumbatan ( stenosis), pada bayi :pilorospasme.
•         Tdd; 4 lapisan :
  1. Serosa.
  • Bagian luar, dari peritoneum visceralis.
  • 2 lapisan peritoneum visceralis menyatu di Kurv minor & duodenum, memanjang ke hati   ( omentum minus)/ lig. Hepatogastrikum & lig hepatoduodenale.
  • Ligamentum : lipatan peritoneum yang keluar dari satu organ menuju organ lain.
  • Peritoneum pada kurvatura major terus ke bawah membentuk omentum majus ( apron bagi usus halus bagian depan).
  • Sakus om minus : penimbunan cairan (pseudokista e.c.pancreatitis akut).
Muskularis
•         Tersusun atas 3 lapis otot polos ( long, sirk, oblik).Keperluan kontraksi.
•         Pecahin makan menjadi partikel kecil, aduk & campur makanan dengan cairan lambung, dorong ke duodenum
Submukosa
•         Tdd : lapisan areolar jarang.
•         Hubungkan  mukosa & muskularis, shg mukoa bergerak saat peristaltik.
•         Mengandung ; pleksus saraf,p.darah, p.limfe.
Lapisan mukosa
•         Lapisan dalam lambung, tersusun lipatan longitudinal : rugae dapat distensi makanan.
•         2 kelenjar :
  1. Kelenjar kardia : sekresikan mukus.
  2. Kelenjar fundus/gastric : 3 tipe sel :
q  Chief sel : sekresi pepsinogen.
q  Parietal : HCL & Fc intrinsik ( absorbsi b-12 di usus halus)
q  Mukus sel : sekresikan mukus.
•         Terdapat hormon gastrin. Oleh sel “G”.
Persarafan lambung
PARASIMPATIS.
•         Melalui  nervus vagus.
•         Trunkus vagus cabangkan ramus gastric, pilorik, hepatik,& seliaka.
Simpatis
•         Melalui : Nervus splangnikus major & ganglia seliakum.
•         Afferen ; hantarkan impuls nyeri.
•         Eferen : hambat gerakan & sekresi lambung.
•         Pleksus auerbach & meissner : persarafan intrinsik dinding lambung & koordinasi motorik & sekresi mukosa lambung.
SUPLAI DARAH
•         Terutama oleh : arteri seliaka & trunkus seliakus, yang cabangkan suplai untuk kurv major & minor.
•         2 arteri penting : gastroduodenalis & pankreatikoduodenale ( retroduodenalis) di bulbus posterior duodenum.
•         Erosi arteri akibat tukak lambung, timbulkan perdarahan.
•         Darah vena berjalan ke hati melalui vena porta.
Fisiologi
•         Fungsi motorik :
–        Fs reservoir
–        Fs Mencampur
–        Fs Pengosongan lambung.
•         Fungsi pencernaan & sekresi
–        Fs pencernaan protein : Pepsin & HCL.
–        Fs sintesis & pelepasan gastrin
–        Sekresi Fc intrinsik
–        Sekresi mukus
Pengaturan sekresi lambung
•         Tdd atas 3 fase :
–        Fase sefalik :
•         Sebelum makanan masuk lambung.
•         Fs melihat, mencium, memikir & mengecap makanan.
•         Saraf Vagus, Cortex cerebri
•         Hasl : Kelenjar gastrik, haslkan : HCL, pepsinogen & mukus.
•         Fase Gastrik
–        Makanan mencapai antrum pilorus.
–        Distensi antrum             Rangasangan mekanis reseptor dinding lambung
–        Impuls menuju medula mell aferen & kembali ke lambung mell efeen.
–        Pelepasan gastrin : rangsang sekresi HCL.
•         Fase Intestinal.
–        Gerakan kimus dari lambung ke duodenum.
–        Adanya protein yang dicerna sebagian dalam duodenum tampaknya rangsang pelepasan gastrin usus, lambung mensekresikan cairan lambung.
–        Distensi usus halus timbulkan refleks entrograstrik
Gastritis
Gastritis Superfisialis Akut
•         Respon mukosa lambung terhadap iritan lokal.
•         Mukosa memerah, edematosa & ditutupi mukus, erosi kecil & perdarahan.
Gastritis atrofi kronik
•         Atrofi progresif epitel kelj + kehilangan sel parietal & chief cell.
•         Produksi HCL, pepsin,Fc intrinsik menurun.
•         Dinding lambung tipis & mukosa rata
USUS HALUS
•         Merupakan tabung kompleks, berlipat membentang dari pilorus sampai katup ileosekal.
•         Mengisi bagian tengah & bawah rongga abdomen
•         Tdd : duodenum, jejunum, ileum.
•         Dinding usus halus tdd 4 lapisan dasar
–        Paling luar : serosa dibentuk oleh peritoneum.
   Mesenterium , merp lipaan peritoneum yg lebar, seperti kipas menggantung jejunum & ileum ke dinding posterior
LIPATAN PERITONEUM
•         Mesenterium
–        Lipatan peritoneum lebar.
–        Seperti kipas
–        Menggantung jejunum & ileum dari dinding post abdomen.
–        Menyokong pbl darah & limfe yang mensuplai usus.
Omentum
MAYUS
•         Lapisan ganda peritoneum
•         Menggantung kurvatura mayor lambung, kmd berjln turun didepan viscera abdome ( “celemek” )
•         Mgd lemak>>>+ kelj limfe ( protek thd infeksi )
MINUS
•         Lipatan peritoneun terbentang dari kurvatura minor & bag atas duodenum.
•         Menuju hati, bentuk Lig Hepatogastrikum & hepatoduodenale.
Otot Usus halus
•         Mempunyai 2 lapisan
•         Lapisan luar : serabut longitudinal yg tipis.                            Membantu peristaltik usus
•         Lapisan dalam : serabut sirkular
Lapisan Submukosa
•         Tdd : jar penyambung.
•         Bagian dalam  tdd : Lapisan mukosa yang tebal yang mengandung Pembuluh darah & kelenjar.
•         3 struktur yg menambah luas permukaan & membantu fs absorbsi.
•         Lap Mukosa & submukosa membentuk lipatan sirkular (Valvula Koniventes/ lipatan Kerckringi ) yn menonjol ke lumen sekitar 3-10 mm
VILI
•         Tonjolan spt jari dari mukosa yg jumlahnya 4-5 juta.
•         Panjang : 0.5-1.5 mm.
•         Gambaran mukosa seperti beludru.

MIKROVILI
•         Tonjolan menyerupai jari dengan panjang sekitar 1 mikro.
•         Terlihat dengan Mikroskop elektron ( “ Brush Border”).
Struktur Vilus
Tdd :
•         Saluran limfe sentral ( lakteal) dikelilingi jalinan kapiler dalam jaringan limfoid.
•         Epitel vilus tdd :
–        Sel goblet : mukus.
–        Sel absoptif
•         Disekeliling vilus terdapat sumur : “Kripta Lieberkuhn”
Perdarahan & Persarafan
  1. Mesenterika superior
•         Cabang dari Aorta, dibawah arteri seliaka.
•         Mendarahi seluruh usus halus, kecuali; duodenum    ( arteri gastroduodenalis & cabangnya A.Pankreatikoduodenalis sup).
•         Darah balik oleh : Vena mesenterika Sup yg menyatu dgn vena lienalis bentuk Vena porta.
•         Dipersarafi cabang ke-2 SSO
•         PS : rangsang aktivitas sekresi & pergerakan
•         S   :  Hambat pergerakan usus.
•         Serabut sensorik simpatis : hantarkan nyeri, PS : atur refleks usus.
•         Suplai intrinsik : fs motorik mell : pleksus Aurbach       ( lap muskularis) & pleksus Meisner ( submukosa).



















































































USUS BESAR
ANATOMI & FISIOLOGI
•         Merupakan tabung muskular berongga dengan panjang sekitar 5 kaki dari sekum sampai kanalis ani.
•         Tdd : sekum,kolon dan rektum.
•         Sekum :
–        Tdp katup ileosekal & appendiks.
–        Hanya 2-3 inchi pertama usus besar
–        Kontrol aliran kimus dari ileum ke sekum.
•         Kolon :
–        Tdd atas ascendens.gmoisetransversum,descendens, sigmoid.
–        Tdp belokan tajam yaitu : fleksura hepatika & lienalis.
–        Sigmoid setinggi krista iliaka, berbentuk “s”.
•         Rektum :
–        Terbentang dari kolon sigmoid s/d anus.
–        Satu inci terakhir dari rektum dinamakan : kanalis ani & dilindungi Sf.ani eksternus & internus.
–        Panjang : 15 cm.
Tanda khas Usus Besar
•         Taenia koli :
–        Pita tempat berkumpulnya lapisan otot longitudinal ang tak sempurna.
–        Bersatu pada sigmoid distal.
–        Taenia lebih pendek dari usus, sehingga menyebabkan usus tertarik dan berkerut.
•         Haustra :
–        Kantong-kantong kecil  yang terbentuk akibat usus yang tertarik & berkerut.
•         Appendises Epiploika:
–        Kantong kecil peritoneum berisi lemak .
–        Melekat di sepanjang taenia.
Pendarahan & Persarafan
A.Mesenterika superior
o        Mendarahi belahan kanan (sekum,kolon ascendens, 2/3 proksimal kolon transversum.
A.Mesenterika inferior
o        Mendarahi belahan kiri     ( 1/3 distal kolon transv,kolon desc & sigmoid, proksimal rektum).
A.Sakralismedia & A.hemoroidalis inferior & media.
o        Mendarahi rektum (tambahan)
Aliran balik
V. Mesenterika sup & Inf & hemoroidalis superior
v  Menerima darah dari kolon dan rektum superior.
v  Merupakan bagian sistem portal.
V.Hemoroidalis media & inferior.
v  Merupakan bagian sistemik.
v  Mengalirkan darah ke vena iliaka.
Diantara ke-v.hemoroidalis sup,media dan inferior terdapat anastomosis, sehingga peningkatan tekanan portal berakibat aliran balik vena meningkat ( hemoroid)
Persarafan
  • Dilakukan oleh SSO.
  • Kec: Sf eksternal dibawah kontrol voluntar.
  • PS : mell N.Vagus ke bag tengah kolon transv + N.Pelvikus dari sakral untuk daerah distal.
  • S:meniggalkan MS mell NnSplangnikus.
  • Perangasangan PS : Rangsangan sekresi & kontraksi, & penghambatan Sf.Rektum.
  • Perangsangan S : berlawanan dengan PS







FUNGSI USUS BESAR
Mengabsorbsi air & elektrolit

                                    Absorbsi 600 cc air/day
                                    Kapasitas absorbsi 2000 cc/day


 
                                    Kapasitas >>> : diare


 
                                     Bakteri mensitesis Vit K & B


 
                                    Pembusukan sisa prot mjd as.amino &
                                    zat sederhana + pembentukan gas ( jg dari  
                                    fermentasi bakteri pada sisa KH )
PERISTALTIK USUS BESAR
Terdapat 2 gerakan peristaltik:
  1. Kontraksi lamban, tidak teratur,segmen proksimal, bergerak ke depan, sumbat beberapa haustra.(PROPULSIF).
  2. Kontraksi yang libatkan segmen kolon( MASSA ).
Ø  Feses terdorong ke depan
Ø  Merangsang defekasi
Ø  Propulsi feses ke rektum :distensi ddg rektum
DIVERTIKULA
•         Def : herniasi mukosa mell tunika muskularis,membentuk kantong seperti botol.
•         Jika banyak : divertikulitis
•         Lokasi : Perlekatan kolan & mesenterium.
•         Berhubungan dengan kecemasan & ketegangan emosi.
•         PF : Kontraksi otot sirkular yang kuat

•         Tekanan intralumen
•         Herniasi mukosa mell lapisasn otot
KOLITIS
•         Radang pada usus besar.
•         Tdd : Ulseratif & Crrohn.
•         Peranan Fc genetik, Fc otoimun,fc psikologis.
•         Lesi pada mukosa


 
•         Pembentukan abses pada kriptus./ crohn menyerang seluruh tebal dinding usus.


 
•         Edema & kongesti mukosa           perdarahan            membentuk terowongan/ menembus dinding kriptus        Tukak.
KARSINOMA KOLON
•         Berupa : polipois besar, tumbuh kedalam lumen, meluas kesekitar usus sbg cincin anular.
•         Penyebaran :
–        Infiltratif
–        Mell : pbl limfe/klj limfe
–        Mell aliran darah
•         Lokasi : anular pada rectosigmoid, sedangkan polipoid /lesi datar pada sekum dan kolon ascendens.






HATI
























































•         Merupakan kelenjar terbesar dalam tubuh.
•         Fs dasar :
1.      Pembentukan & sekresi empedu yang dimasukkan dalam usus halus.
2.      Peranan dalam aktivitas metabolisme KH , lemak , protein.
3.      Menyaring darah.
•         Lokasi : regio hipokondrium kanan , meluas sampai regio epigastrium kanan.



















































•         Mempunyai 3 permukaan :
–        Superior :
•         Melekat pada diafragma & dinding ant abdomen.
•         Perlekatan melalui :
–        Lig. Falciforme / lig triangular.
–        Lig Teres.
•         Lig falciforme yang memisahkan lobus kanan & kiri hepar.
–        Inferior & posterior :
•         Dibagi 4 lobus oleh 5 fossa ( bentuk huruf “H”).
•         Dikiri terdiri dari :
–        Fossa vena umbilikalis didepan.
–        Fossa duktus venosus dibelakang
•         Ke-2 fossa dipisahkan oleh :fossa sagitalis kiri
•         Inferior & posterior:
–        Dikanan terdiri dari :
•         Fossa gall-bladder di depan.
•         Fossa vena cava inferior di belakang.
–        Ke-2 fossa dipisahkan oleh:prosesus kaudatus.
•         Penghubungnya adalah :porta (fissura transversus ).
–        Didepannya lobus kuadratus.
–        Dibelakangnya lobus kaudatus






























































































Pembuluh darah
•         Yang mengalirkan ke hati adalah :
1.      Arteri Hepatika (30%).
2.      Vena Porta       (70%).
•         Arteri hepatika :
1.      Membawa darah teroksigenasi ke hati.
•         Vena porta       :
1.      Membawa darah venosa yang kaya hasil pencernaan yang telah diabsorbsi dari saluran pencernaan.
•         Darah arteri + venosa dimasukkan ke vena centralis pada setiap lobulus hati melalui sinusoid hati.
•         Vena centralis mengalirkan darah ke vena hepatika kanan & kiri.
•         Vena hepatika kanan & kiri meninggalkan permukaan posterior hati , & bermuara ke Vena Cava Inferior.
Persarafan
•         SSO yang melewati pleksus coeliacus.
•         Trunkus vagus anterior yg percabangkan rm hepatis yang berjalan langsung ke hati.
Pbl limfe
•         Hampir 1/3 cairan limfe tubuh dari hepar.
•         Pbl limfe tinggalkan hati, masuk ke kelj limfe porta hepatis.
•         Pbl eferen menuju Nnll coeliaca.
•         Dan sebagian menuju NNll mediatinalis posterior.
 LIHAT SLIDE
Duktus hepatikus
•         Keluar dari hati pada porta hepatis.
•         Bersatu membentuk duktus hepatikus komunis.
–        Panjang 4 cm.
–        Jalan pada pinggir omentum minus.
–        Pinggir kanan bersatu dengan duktus cystikus dari kandung empedu membentuk duktus koledokus.
Duktus koledokus
•         Panjang 8 cm.
•         Bersatu dengan duktus pankreatikus major.
•         Bermuara pada ampula vateri ( dinding duodenum).
•         Ampula vateri bermuara pada papila duodeni major.
•         Bagian distal duktus koledokus & ampula dikelilingi serabut otot sirkuler spinchter odi.
KANDUNG EMPEDU
•         Bentuk buah pear,pada permukaan visceral hepar.
•         Tdd :
1.      Fundus.
1.      Bagian inferior hati
2.      Setinggi cartlage costa XI kanan.
2.      Korpus.
1.      Bersentuhan dengan permukaan visceral hati
2.      Berjalan ke atas, belakang, kiri.
3.      Kolum.
1.      Dilanjutkan sebagai duktus cysticus.
2.      Berjalan dalam omentum minus.
3.      Bersatu dengan sisi kanan duktus hepatikus komunis membentuk duktus koledokus
BATAS KANDUNG EMPEDU
•         ANTERIOR
–        Dinding anterior abdomen & permukaan visceral hati.
•         Posterior
–        Kolon transversum & bagian I & II duodenum.






























Fungsi kandung empedu
  1. Sebagai reservoir empedu.
  2. Memekatkan empedu.
  3. Mengalirkan empedu ke duodenum
    1. Akibat makanan berlemak.
    2. Keluar hormon CCK
    3. Hasilkan garam empedu untuk emulsifikasi lemak usus halus + absorbsi lemak.
Pembuluh darah
•         Arteri cystica
–        Merp cabang arteri hepatika kanan.
•         Vena cystica
–        Mengalirkan darah ke dalam vena porta.
Persarafan
•         Menuju kandung empedu dari pleksus coeliacus
Pbl limfe
•         Menuju NNll cysticae.

•         Menuju NNll hepatikum

•         Menuju NNll coeliacus
Duktus cysticus
•         Panjang 4 cm.
•         Menghubungkan kolum vesica felea dgn duktus hepatikus komunis & membentuk duktus koledokus.
•         Bentuk huruf “s”
•         Berjalan pada pinggir kanan omentum minus.
•         Muara : valvula spiralis.


Gall Bladder, Liver, and Pancreas



















PANKREAS
•         Merupakan kelenjar eksokrin & endokrin.
•          eksokrin :
–        Hasilkan sekret yg mengandung enzim yang hidrolisis protein, lemak, KH.
•         Endokrin :
–        Pulau langerhans : hasilkan hormon insulin & glukagon ( peranan pada met KH ).
•         Organ lunak, pada dinding posterior abdomen dibelakang peritoneum.
LIHAT SLIDE II


















































•         Terdiri dari :
–        Caput pankreas :
•         Bentuk cakram.
•         Pada bagian cekung duodenum.
•         Sebagian meluas ke kiri di belakang A/V mesenterika superior ( proc uncinatus).
–        Collum pancreas :
•         Bagian terkecil pankreas.
•         Hubungkan caput & corpus pankreas.
•         Terletak didepan pangkal V.porta & pangkal A.mesenterika superior dari aorta.
–        Corpus pancreas :
•         Berjalan ke atas & kiri
•         Menyilang mid-line
–        Cauda pancreas :
•         Menuju lig lienorenalis
•         Hubungan dengan hilus limpa.
BATASAN-BATASAN
  1. Anterior
•         Dari kanan ke kiri : colon transversum & perlekatan msocolon transversum, bursa omentalis & lambung.
  1. Posterior
•         Dari kanan ke kiri : duktus kholedokus , vena porta, vena lienalis, VCI, aorta, pangkal A.mesenterica sup, M.psoas kiri, kelenjar suprarenal kiri, ginjal kiri, hilus limpa.
Duktus pankreatikus major
•         Mulai pada kauda pankreas.
•         Bermuara pada ampula vater bersama duktus kholedokus.
•         Mengalirkan getah pankreas ke duodenum
Duktus pankreatikus minor
•         Bagian atas pankreas
•         Bermuara ke duodenum sedikit, diatas muara duktus pankreatikus major.
Pembuluh
•         Arteri
–        Berasal dari A.lienalis & A.pankreatiko-duodenalis superior & inferior
•         Vena.
–        Mengalirkan darah ke sistem portal.
Persarafan
•         Berasal dari SSO : nervus Vagus
Pbl limfe         Mengalir ke Nnll coeliacus mesentericus superior.
LIMPA
•         Berwarna kemerahan, bentuk oval.
•         Terletak pada regio hipokondrium kiri.
•         Sumbu panjang : iga X & kutub bawahnya sampai sejauh linea axilaris media.
•         Merp massa jar limfoid tunggal, terbesar alam tubuh.
•         Dikelilingi peritoneum
LIHAT SLIDE III
Batas-batas
  1. Anterior
•         Lambung , kauda pankreas, flexura colli sinistra, ginjal kiri terletak sepanjang pinggir medialnya.
  1. Posterior
•         Diafragma , pleura kiri , paru kiri, costa IX,X,XI kiri
Pembuluh
•         Arteri
–        A.Lienalis (cabang a.coeliaca)
–        Berjalan sepanjang pinggir atas pankreas.
–        Bercabang menjadi 6 pbl darah yang masuk pada hilus limpa.
•         Vena
–        V.Lienalis
–        Mennggalkan hilus
–        Berjalan dibelakang kauda & korpus pankreas.
–        Bersatu dgn V.mesenterica superior membentuk vena porta.
Persarafan
Mengikuti perjalanan A.lienalis & berasal dari pleksus coeliacus
Pbl limfe
•         Keluar dari hilus.
•         Disepanjang perjalanan A.lienalis.
•         Mengalirkan ke Nnll coeliaca.

























copyright by rizki p.
visit qq_viera@yahoo.com